Rabu, 18 Juli 2012

Cinta, Sayang & Kasih

4
Aku pernah mendengar seorang bijak berkata
Cinta tidak harus memiliki…
Maka dengan tegas aku katakan
Itu hanya dusta belaka
Karena seandainya engkau tahu
Sebenarnya cinta itu timbul karena engkau telah memiilki

Aku juga pernah mendengar orang pintar berkata
Sayang itu adalah perasaan enggan berpisah dengannya
Maka aku tidak pernah menyetujuinya
Itu hanya makna bagi pecinta picisan
Karena seandainya engkau tahu
Sayang itu adalah keinginan melihatnya bahagia, meski harus berpisah dengannya

Aku pernah mendengar ahli filsuf berkata
Kasih itu adalah ketulusan memberi…
Dan aku bersepakat dengannya
Karena begitulah adanya orang mengasihi
Tulus memberi kepada orang yang dikasihi, tanpa ada harapan pamrih menanti 
READ MORE >>

Senin, 13 Februari 2012

Semangat Berbagi...

3
Alhamdulillah, setelah kesibukan yang terselesaikan, akhirnya bisa kembali menulis di blog ini. Dan ternyata oh ternyata ini adalah postingan saya yang pertama di tahun 2012, sepertinya produktivitas menulis di blog sedikit menurun. Tetapi sudahlah, itu masalah saya, saya akan berusaha untuk memperbaikinya.

Pada postingan kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya yang terkait dengan judul postingan ini, yaitu SEMANGAT BERBAGI. Tetapi sebelum saya menceritakannya, saya ingin menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikit pun saya untuk bersifat riya, untuk itu saya berlindung kepada Allah dari segala sifat riya, sombong dan membanggakan diri.

Kisah ini bermula ketika saya dan isteri mendapati, bahwa barang dagangan kami berupa sandal anak-anak masih ada tersisa di gudang sebanyak 30 pasang. Walaupun namanya barang sisa, tetapi kondisinya masih baru dan masih terbungkus rapi dengan plastiknya.  Saat itu terbesitlah sebuah niat mulia kami untuk membagikannya kepada anak-anak panti asuhan yang berada tidak jauh dari tempat ketinggalan saya. Mengapa kami sampai terbesit membagikannya kepada anak-anak tersebut? Karena waktu terakhir kali kami kesana bulan lau, saya dan isteri melihat anak-anak terbut bermain di perkarangan asrama dengan baju lusuh dan bertelanjang kaki.

Memang kami cukup sering mengunjungi panti asuhan itu, namun jika selama ini kami hanya menyerahkan uang di dalam amplop kepada pengelolanya, maka kali ini kami membawa berupa benda. Tetapi skenarionya tetap sama, rencananya barang tersebut kami serahkan kepada pihak pengelola terlebih dahulu, dan biarlah pengelola yang membagikannya kepada mereka. 

Namun apa hendak dikata, baru sampai di parkiran, dan kami menurunkan dua plastik besar, anak-anak itu berlari ke arah kami dan tanpa kata-kata mulai merebut sandal-sandal tersebut. Tidak peduli dengan larangan kami maupun teriakan pihak pengelola, anak-anak tersebut dengan sangat antusias berusaha mengambil satu sandal untuk dirinya sebelum kehabisan. Dan ternyata benar, jumlah sandal yang kami bawa tidak mencukupi jumlah anak-anak tersebut. Apa hendak dikata, anak-anak yang tidak kebagian sandal itu menangis sekeras-kerasnya. Sekitar 20 anak yang tidak kebagian, menangis di hadapan saya dan istri seraya memohon untuk diberikan sandal yang serupa dengan teman-temannya. Melihat hal itu, haru itu muncul, tangis anak-anak itu memancing air mata saya untuk berkumpul di sekitar pelupuk mata. Saya merasa bersalah, isteri saya diam tanpa kata. Niat awal kami yang ingin membuat mereka tertawa, luluh lantah dengan tangisan bocah-bocah malang itu. 

Sesaat saya dan isteri terdiam cukup lama hingga seorang anak laki-laki menyadarkan saya. Dengan bahasa sederhana dan kepolosannya berkata, "Om, minta uang seribu untuk jajan." Isteri saya tanpa diperintah langsung membuka dompetnya dan membagikan uang kepada anak-anak yang belum mendapatkan sandal. Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi mereka tidak peduli pada jumlah. Yang mereka pedulikan adalah ada orang yang memberikan mereka perhatian. Setelah itu suasana pun tenang kembali.

Kemudian lagi-lagi seorang bocah laki-laki menghampiri saya, dan berkata sambil menepuk perut saya, "Om, om kan orang kaya. Besok-besok kalau ke sini bawa mainan ya om." Doa yang tulus dari anak itu membuat saya kembali haru, dan saya lebih terharu lagi saat mendengar bahwa yang mereka inginkan hanyalah sebuah mainan. Sekali lagi mereka tidak peduli dengan harga mainan, yang mereka pedulikan hanya ada orang yang memberikan mereka mainan yang selama ini seharusnya diberikan oleh orang tua mereka yang telah tiada. Sungguh kejadian ini telah menghinakan semua uang dan harta yang saya miliki. Karena ternyata selama ini saya sombong melangkah tanpa mempedulikan kehidupan mereka.

Kisah ini menjadi tamparan bagi saya, dan seharusnya juga menjadi tamparan bagi banyak orang di luar sana,
  • Ketika kita membelikan pakaian untuk anak dan keponakan kita, pernahkah kita memikirkan mereka?
  • Ketika kita membelikan mainan untuk anak dan keponakan kita, pernahkah kita memikirkan mereka?
  • Ketika kita makan enak di restoran mewah bersama anak atau keponakan kita, pernahkah kita memikirkan perut mereka?
  • Ketika kita berlomba-lomba memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak atau keponakan kita, pernahkah kita memikirkan pendidikan mereka?
Untuk itu wahai para sahabat-sahabat ku, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan yang dalam, saya ingin mengajak diri saya sendiri dan rekan-rekan semua untuk lebih menghidupkan dan meningkatkan kembali semangat untuk berbagi kepada para yatim. Marilah kita menjadi seperti orang tua bagi mereka, karena sungguh telah jelas perintah untuk melakukannya.

“Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.”
 [HR. Bukhori]

Tidakkah kita ingin dekat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW, 


“Penjaga anak yatim daripada kerabat atau bukan kerabatnya, saya dan penjaga itu  adalah seperti dua jari ini di dalam syurga.” Malik (periwayat hadis) mengisyaratkan dengan 
jari telunjuk dan jari hantu.”
(Hadis riwayat Muslim)

Sebagai penutup, bacalah haidts berikut sebagai renungan untuk kita:


“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah seraya mengeluh atas kekerasan hatinya. Rasulullah bertanya kepadanya, apakah engkau ingin hatimu menjadi lunak dan segala kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” 
[HR Thabrani, Targhib]
READ MORE >>

Kamis, 24 November 2011

Gerakan 3 bulan menulis satu buku

4
Assalamualaikum rekan-rekan semua. Semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu terlimpah kepada Anda.

Pada postingan kali ini saya ingin mengajak rekan-rekan untuk turut serta dalam Gerakan 3 Bulan Menulis Satu Buku.

Gerakan 3 Bulan Menulis Satu Buku merupakan gerakan sederhana untuk mengajak rekan-rekan mulai menulis sebuah buku, sehingga dalam waktu 3 bulan rekan-rekan sudah bisa menyelesaikan satu naskah buku. Itu artinya 1 hari rekan-rekan harus menulis minimal satu halaman buku. Tidak berat bukan? 

Sehingga jika ditotalkan dalam waktu 3 bulan, rekan-rekan telah menyelesaikan 90 halaman. Ditambah dengan Kata Pengantar, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka dan Riwayat Hidup penulis, maka sudah genap menjadi 100 halaman. Jika sudah demikian, maka rekan-rekan sudah bisa mengirim naskah buku tersebut ke penerbit untuk diterbitkan. 

Misi utama gerakan ini adalah untuk belajar bersama, karena terkadang belajara bersama itu jauh lebih efektif dan bersemangat. Tema dan jenis tulisan bebas terkendali. Bisa fiksi dan non fiksi. Sebagai bahan pertimbangan untuk tema non fiksi yang sedang dimintai adalah tema-tema islami, motivasi dan pengembangan diri, bisnis, keluarga (khususnya pendidikan anak-anak).

Jika rekan-rekan sudi untuk mengikuti gerakan ini demi belajar bersama dengan teman-teman yang lain, maka silahkan bergabung dalam Komunitas Pembaca, Penulis dan Penerbit. Apa itu Komunitas Pembaca, Penulis dan Penerbit? Dan apa keuntungan bergabung di dalamnya? Silahkan baca informasi jelasnya DI SINI

.
Silahkan mengikuti gerakan ini, dengan bergabung di http://www.facebook.com/groups/197495820332105/ 
READ MORE >>

Senin, 21 November 2011

Mari bergabung dalam Komunitas Pembaca, Penulis dan Penerbit

18
Assalamualaikum rekan-rekan semua. Salam kenal dan sukses dari saya...!!!

Setelah buku saya yang berjudul REVOLUSI 13 terbit, saya menerima banyak pertanyaan dari teman-teman terkait dengan dunia kepenulisan. Dan pertanyaan-pertanyaan yang sering kali muncul adalah:
  1. Bagaimana cara menulis sebuah buku?
  2. Bagaimana cara menerbitkannya?
Mengingat saya belumlah ahli dalam dunia kepenulisan ini, maka saya berinisiatif untuk mempertemukan rekan-rekan dengan para penulis hebat serta penerbit-penerbit di Indonesia dalam sebuah komunitas yang bernama "KOMUNITAS PEMBACA, PENULIS & PENERBIT (KP3)." KP3 secara resmi telah terbentuk mulai hari ini, yaitu hari Selasa, tanggal 22 November 2011.



Berikut beberapa keuntungan yang rekan-rekan bisa dapatkan dengan bergabung dalam komunitas ini? 

A. Bagi Pembaca
  1. Mendapatkan informasi mengenai buku-buku terbaru.
  2. Mendapatkan informasi promo, lomba menulis, kuis, dan informasi lain dari penulis atau penerbit.
  3. Dapat belajar bagaimana cara menulis sebuah buku (baik fiksi maupun non fiksi) dan bagaimana cara menerbitkannya.
  4. Berkenalan dengan para penulis yang telah memiliki karya, dan tentu saja bersilahturahmi dengan penerbit-penerbit yang siap menerbitkan karya Anda.

B. Bagi Penulis
  1. Sebagai media untuk memperkenalkan karya-karya tulisnya kepada pembaca.
  2. Sebagai sarana untuk bersedekah ilmu terkait dengan pengalamannya dalam menulis.
  3. Mencari Mitra dalam menulis.

C. Bagi Penerbit
  1. Sebagai media untuk memperkenalkan buku-buku terbaru terbitannya.
  2. Sebagai sarana untuk mencari naskah-naskah buku baru dari penulis baru yang mungkin saja potensial untuk diterbitkan.
  3. Membangun jaringan pemasaran yang lebih luas, mudah dan efisien.

Pada tahap awal pembentukan, KP3 hanya tersedia dalam wadah Group di Facebook. Insya Allah dalam pengembangannya ke depan, akan dikreasikan wadah-wadah lain yang dapat mempermudah rekan-rekan untuk saling bersilahturahmi.

Silahkan bergabung di FB Group KP3 : http://www.facebook.com/groups/197495820332105/

Semoga bermanfaat, Wassalam...!
READ MORE >>

Kamis, 17 November 2011

Aku mencintaimu, itu sudah cukup!

0

Aku mencintaimu…
Dan kumohon jangan pernah berkhayal
Tentang bulan yang kau inginkan
Maka niscaya aku tidak akan mampu menggapainya
Dan memberikannya kepadamu

Aku mencintaimu…
Maka kuminta jangan sekali-kali berpikir
Untuk melangkah di awan bersama ku
Karena aku hanya insan biasa
Dan bumilah yang ditetapkan untuk ku berpijak

Aku mencintaimu…
Dan kumohon jangan pernah bermimpi
Tentang gunung emas yang tinggi
Maka nyata-nyata aku memang tidak memilikinya
Karena aku bukanlah Yang Maha Kaya

Aku mencintaimu…
Sungguh aku mencintaimu, dan kurasa itu sudah cukup
Untuk membuat mu percaya
Bahwa aku akan berusaha untuk membahagiakanmu

Aku mencintaimu…
Dan seharusnya engkau tahu
Aku tidak akan membiarkan orang yang kucintai hidup sengsara
Karena cintaku dilengkapi iman kepada-Nya
READ MORE >>
 

Copyright © 2011 by Sarli Rahman